Pencemaran
Laut merupakan suatu peristiwa masuknya
material pencemar seperti partikel kimia, limbah industri, limbah pertanian dan
perumahan, ke dalam laut, yang bisa merusak lingkungan laut dan memberikan efek
bahaya. Material berbahaya tersebut memiliki dampak yang bermacam-macam dalam
perairan. Ada yang berdampak langsung, maupun tidak langsung..Sebagian besar
sumber pencemaran laut berasal dari daratan, baik tertiup angin, terhanyut
maupun melalui tumpahan. Berikut beberapa sumber polutan yang masuk ke laut.
1.
Plastik
Plastik telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan
terendap di lautan. 80% (Delapan puluh persen) dari sampah di laut adalah
plastik, Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga
seratus juta metrik ton.Plastik dan turunan lain dari limbah plastik yang
terdapat di laut berbahaya untuk satwa liar dan perikanan. Organisme perairan
dapat terancam akibat terbelit, sesak napas, maupun termakan.Jaring ikan yang
terbuat dari bahan plastik, kadang dibiarkan atau hilang di laut. Jaring ini
dikenal sebagai hantu jala sangat membahayakan lumba-lumba, penyu, hiu,
dugong, burung laut, kepiting, dan makhluk lainnya. Plastik yang membelit
membatasi gerakan, menyebabkan luka dan infeksi, dan menghalangi hewan yang
perlu untuk kembali ke permukaan untuk bernapas.
2.
Racun
Selain plastik, ada masalah-masalah tertentu dengan racun yang tidak hancur
dengan cepat di lingkungan laut. Terbagi dua, pertama kelompok racun yang sifatnya
cenderung masuk terus menerus seperti pestisida, furan, dioksin dan fenol.
Terdapat pula logam berat, suatu unsur kimia metalik yang memiliki kepadatan
yang relatif tinggi dan bersifat racun atau beracun pada konsentrasi rendah.
Contoh logam berat yang sering mencemari adalah air raksa, timah, nikel,
arsenik dan kadmium.Ketika pestisida masuk ke dalam ekosistem laut, mereka
segera diserap ke dalam jaring makanan di laut. Dalam jaringmakanan, pestisida
ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit, yang dapat berbahaya bagi hewan
laut , seluruh penyusun rantai makanan termasuk manusia.Racun semacam itu dapat
terakumulasi dalam jaringan berbagai jenis kehidupan air dalam proses yang
disebut bioakumulasi. Racun ini juga diketahui terakumulasi dalam dasar
perairan, seperti muara dan teluk berlumpur. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan
mutasi keturunan dari organisme yang tercemar serta penyakit dan kematian
secara massal seperti yang terjadi pada kasus yang terjadi di Teluk Minamata.
3.
Eutrofikasi
Peristiwa Eutrofikasi adalah kejadian peningkatan/pengkayaan nutrisi, biasanya
senyawa yang mengandung nitrogen atau fosfor, dalam ekosistem. Hal ini dapat
mengakibatkan peningkatan produktivitas primer (ditandai peningkatan
pertumbuhan tanaman yang berlebihan dan cenderung cepat membusuk). Efek lebih
lanjut termasuk penurunan kadar oksigen, penurunan kualitas air, serta tentunya
menganggu kestabilan populasi organisme lain.
4.
Peningkatan
keasaman
Lautan biasanya menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karena kadar karbon
dioksida atmosfer meningkat, lautan menjadi lebih asam. Potensi peningkatan
keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya
untuk membentuk cangkang atau rangka.
5.
Polusi Kebisingan
Kehidupan laut dapat rentan terhadap pencemaran kebisingan atau suara dari
sumber seperti kapal yang lewat, survei seismik eksplorasi minyak, dan
frekuensi sonar angkatan laut. Perjalanan suara lebih cepat di laut daripada di
udara.
6.
Buangan Kapal
Kapal dapat mencemari sungai dan samudera dalam banyak cara. Antara lain
melalui tumpahan minyak, air penyaring dan residu bahan bakar. Polusi dari
kapal dapat mencemari pelabuhan, sungai dan lautan. Kapal juga membuat polusi
suara yang mengganggu kehidupan liar alam, dan air dari balast tank dapat
menyebarkan ganggang/alga berbahaya dan spesies asing yang dapat mempengaruhi
ekosistem lokal.
7.
Limbah minyak adalah buangan yang berasal dari hasil eksplorasi
produksi minyak,
pemeliharaan fasilitas produksi, fasilitas penyimpanan, pemrosesan, dan tangki penyimpanan minyak
pada kapal laut.
Limbah
minyak bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun,
menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif.Limbah minyak merupakan bahan berbahaya dan beracun
(B3), karena sifatnya, konsentrasi maupun jumlahnya dapat mencemarkan dan
membahayakan lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk
hidup lainnya.Limbah minyak ini dapat terjadi pada pengeboran dilaut atau
terjadi akibat tumpahan minyak itu sendiri.
ü Pengeboran di laut
Pada umumnya,
pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan
terjadinya peledakan (blow aut) di sumur minyak.Ledakan ini
mengakibatkan semburan minyak ke lokasi sekitar laut, sehingga menimbulkan
pencemaran.
ü Tumpahan minyak
Tumpahan minyak kelaut dari kapal tanker /
kapal lainnya dapat dibagi dalam 4 kelompok yaitu sebagai berikut :
1. Pembuangan minyak yang timbul
sebagai akibat dari Pengoperasian kapal selama menyelenggarakan pencucian
tangki
2. Pembuangan air bilge ( got ) yang
mengandung minyak,
3. Tumpahan yang berasal dari
kecelakaan pelayaran antara lain kandas, tenggelam, tabrakan dan lain-lain,
4. Tumpahan minyak selama Loading, discharging
atau bunkering
Sebab terjadinya tumpahan
minyak dari kapal yaitu kerusakan mekanis dan kesalahan manusia,
·
Kerusakan Mekanis
1.
Kerusakan dari sistem peralatan kapal,
2.
Kebocoran badan kapal,
3.
Kerusakan katup-katup hisab atau katup pembuangan kelaut,
4.
Kerusakan selang-selang muatan
·
Kesalahan Manusia
1.
Kurang pengetahuan / pengalaman,
2.
Kurang perhatian dari personil
3.
Kurang ditaatinya ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan
4.
Kurang pengawasan.
Kerusakan mekanis dapat diatasi dengan sistem pemeliharaan
dan perawatan yang lebih baik serta pemeriksaan berkala oleh pemerintah / Biro
Klasifikasi. Kesalahan manusia dapat diatasi dengan memberikan training
kepada personil kapal untuk meningkatkan ketrampilan mereka sehingga dapat
melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif. Menerapkan sepenuhnya persyaratan
perijasahan personil kapal.